RSS
 

Archive for the ‘Motivation’ Category

RAHASIA SEBERKAS CAHAYA

23 May

Assalamualaikum Wr, Wb….

Hampir satu bulan tidak update Blog dikarenakan kesibukan di dunia nyata heuh…. ;-) Mari kita refreshing sejenak…

Di bawah adalah sebuah tulisan dari seorang teman, Her name is Lyta. Tulisan yang sangat menginspirasi, moga dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya… :)

—————————————————————————————

Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah. Kalimat tersebut tentunya sangat familiar di telinga kita. Thomas Alva Edison, seorang penemu dengan 1.093 hak paten yang dalam hidupnya hanya bersekolah selama tiga bulan, terlahir dalam keluarga miskin, penderita disfungsi, agak tuli pula. Alva juga seorang penderita dyslexia yaitu sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis. Tak heran bila Alva dikenal sebagai anak yang bodoh oleh gurunya. Lalu mengapa dia bisa menjadi orang yang istimewa sekarang?

Kawan, sekarang bukan saatnya untuk bertanya mengapa. Mengapa aku terlahir sebagai lelaki? Atau mengapa aku terlahir sebagai perempuan? Atau tidak kedua-duanya, misalnya? Mengapa aku terlahir sebagai anak dari keluarga miskin? Atau mengapa aku terlahir sebagai anak dari keluarga kaya yang miskin kasih sayang? Apalagi bertanya : mengapa aku terlahir dengan wajah sedikit cakep dan banyak jeleknya? Semua itu adalah pertanyaan yang kerap dilontarkan oleh teman-teman kita, saudara kita, tetangga kita, tetangga saudara kita, saudara tetangga kita, atau bahkan oleh kita sendiri. Kita? Lu aja kali, gue enggak!

Namun pertanyaan yang ada dibenakku adalah : Mengapa aku terlahir sebagai manusia? Tidak hewan atau tumbuhan, makhluk yang paling pendiam sedunia. Tumbuhan, makhluk yang paling kaya. Hmm…, bukankah diam adalah emas?
Yeah, sekarang bukan saatnya untuk bertanya mengapa. Mengapa aku diciptakan sebagai manusia? Tidak malaikat, misalnya. Hmm…, siapa juga yang ingin terlahir sebagai s****(maaf, kata tersebut tidak dapat ditampilkan karena tidak lulus sensor). Namun setidaknya semua yang telah ada patut untuk disyukuri, Kawan.

Mungkin aku bukanlah seorang Thomas Alva Edison. Aku hanyalah seorang pemalas yang sering menunda-nunda pekerjaan dan ditakdikan memiliki segudang kekurangan dalam hidupku. Yeah, segalanya patut disyukuri, Kawan. Sekaranglah saatnya untuk berpikir positif bahwa kekurangan adalah kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Bukankah masalah akan mudah dipecahkan dengan cara mengubah cara pandang kita?

Hidup bagaikan sebuah perjalanan yang mungkin semasa hidup, kita membangun sebuah istana untuk tempat berteduh tapi, bukan suatu tujuan akhir. Biarkanlah istana itu dijadikan tempat berteduh untuk orang lain dan kita melanjutkan perjalanan lagi. Hidup penuh dengan pilihan. Semua yang terjadi dalam hidup, sebab-akibat yang terjadi bukan karena takdir, tapi akibat dari pilihan kita.

Dalam perjalananku, aku menemukan banyak pilihan, tak sedikit kegagalan, jatuh bangun, dan tentu saja impian yang ingin aku raih. Aku menyadari, aku adalah orang yang mudah putus asa dibanding Alva (sok akrab!) yang pantang menyerah melakukan percobaan dalam menemukan penemuan-penemuannya. Namun setidaknya aku selalu berusaha bangkit di setiap kegagalan yang terjadi. Bukankah jatuh adalah hal biasa dan bangkit adalah sesuatu yang luar biasa? Dan tentunya, aku selalu takut ketika aku berhenti untuk berusaha. Siapa yang tahu jika keberhasilan datang setelah ini! Bukankah perasaan mampu dan tidak mampu seringkali hanya dibatasi selembar kemauan?
Kawan, ada satu hal yang selalu aku yakini bahwa kesuksesan akan mengikuti orang-orang besar yaitu orang-orang yang mau belajar dan bekerja keras.
Seperti kata Alva, “Menjadi jenius butuh 1% inspirasi dan 99% kerja keras.” Kalimat itu selalu terngiang-ngiang di otakku setiap kali aku melihat cahaya. Dan penemuan Alva berupa bohlam adalah wujud nyata betapa indahnya cahaya ilmu pengetahuan. Bagaikan seberkas cahaya dengan kecepatan 3x 108 yang melesat menerangi otakku, Alva memberiku inspirasi menaklukan setiap jalan terjal dalam perjalanan panjang ini.
Jangan biarkan keterpurukan mengalahkanmu karena waktu tidak akan berhenti untuk menunggumu. Kawan, jika suatu saat kau terjatuh dalam hidupmu, lalu kalimat tokoh besar sekalipun tak mampu membuatmu bangkit dan menginspirasimu, buatlah dirimu sendiri menjadi inspirasi. Yakinlah pada kekuatan besar yang ada pada dirimu karena sekuat apa diri kita adalah apa yang kita yakini.

————————————————————————–

Sekian Wassalamualaikum, wr, wb

Original Post http://www.facebook.com/note.php?note_id=391792091945

 
 

Meregenerasi Semangat dan Motivasi

16 Mar

Aduh… berniat melewati kehidupan dengan sempurna malah ada aj masalah yang datang….

Semua rencana yang disusun dengan baik malah terlewatkan. Entah karena faktor luar, terlalu sibuk atu malah karena faktor dalam, Kurang bisa menguasai diri…

Yang bisa dilakuin cuman terus berusaha untuk Maju… Never give Up, kehidupan terlalu berharga untuk dilewatkan dengan hal2 yang tidak berguna…

Setiap perorangan pasti memili cara masing2 meregerasi semangat dan motivasi mereka…. :D bagi saya salah  satunya dengan membaca artikel2 motivasi, dan insyaAllah juga dengan menertibkan sholat dan ibadah kita… :D

Kadang mengerjakan pekerjaan2 kecil, juga bisa mengembalikan semangat kita…. intinya, selalu jaga komitmen…. kehidupan mang gampang2 susah… hahaha….. kadang mang kerasa menyiksa, tapi disitulah letak keindahannya, dimana kita belajar untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya tentunya… hehe…

 

Sayap Yang Kerdil

04 Mar

Ini adalah kisah yang dialami oleh sebuah keluarga burung. Si induk menetaskan beberapa telor menjadi burung-burung kecil yang indah dan sehat. Si induk pun sangat bahagia dan merawat mereka semua dengan penuh kasih sayang.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Burung-burung kecil inipun mulai dapat bergerak lincah. Mereka mulai belajar mengepakkan sayap, mencari-cari makanan untuk kemudian mematuknya.

Dari beberapa anak burung ini tampaklah seekor burung kecil yang berbeda dengan saudaranya yang lain. Ia tampak pendiam dan tidak selincah saudara-saudaranya. Ketika saudara-saudaranya belajar terbang, ia memilih diam di sarang daripada lelah dan terjatuh, ketika saudara-saudaranya berkejaran mencari makan, ia memilih diam dan menantikan belas kasihan saudaranya. Demikian hal ini terjadi seterusnya. Read the rest of this entry »

 

10 Cara Melepaskan Belenggu Diri Sendiri

27 Feb

1. Hadapi kenyataan: Mungkin saja yang menjadi “polisi tidur” penghambat jalan sukses anda adalah diri anda sendiri. Seringkali langkah tersulit membebaskan diri kita dari kesulitan adalah mengakui bahwa sebenarnya kita adalah biang keladi kesulitan. Karena itu, saat anda menghadapi masalah di jalan mencapai kesuksesan, pertimbangkan dengan hati-hati apakah anda merupakan sumber semua masalah tersebut.

2. Anda dapat melakukan apa yang anda inginkan. Namun bagaimanapun, anda mungkin tidak mampu melakukan semua yang anda inginkan. Belenggu kita adalah kita berusaha untuk melakukan semua hal dalam sekali waktu yang sama. Meski kita bekerja keras untuk melakukan segala hal, pada akhirnya kita hanya akan menyelesaikan sedikit hal saja. Yang kita perlukan sebenarnya adalah memusatkan perhatian pada satu atau dua proyek saja, karena hal ini justru meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan apa yang anda inginkan. Read the rest of this entry »

 

Sang Sufi

24 Feb

Tersebutlah seorang penganut tasawuf bernama Nidzam al-Mahmudi. Ia tinggal di sebuah kampung terpencil, dalam sebuah gubuk kecil. Istri dan anak-anaknya hidup dengan amat sederhana. Akan tetapi, semua anaknya berpikiran cerdas dan berpendidikan. Selain penduduk kampung itu, tidak ada yang tahu bahwa ia mempunyai kebun subur berhektar-hektar dan perniagaan yang kian berkembang di beberapa kota besar. Dengan kekayaan yang diputar secara mahir itu ia dapat menghidupi ratusan keluarga yg bergantung padanya. Tingkat kemakmuran para kuli dan pegawainya bahkan jauh lebih tinggi ketimbang sang majikan. Namun, Nidzam al-Mahmudi merasa amat bahagia dan damai menikmati perjalanan usianya.

Salah seorang anaknya pernah bertanya, `Mengapa Ayah tidak membangun rumah yang besar dan indah? Bukankah Ayah mampu?”"Ada beberapa sebab mengapa Ayah lebih suka menempati sebuah gubuk kecil,” jawab sang sufi yang tidak terkenal itu. “Pertama, karena betapa pun besarnya rumah kita, yang kita butuhkan ternyata hanya tempat untuk duduk dan berbaring. Rumah besar sering menjadi penjara bagi penghuninya. Sehari-harian ia Cuma mengurung diri sambil menikmati keindahan istananya. Ia terlepas dari masyarakatnya. Dan ia terlepas dari alam bebas yang indah ini. Akibatnya ia akan kurang bersyukur kepada Allah.” Read the rest of this entry »

 

10 Kualitas Pribadi yang Disukai

20 Feb

Ketulusan

Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

Kerendahan Hati

Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang
yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa
membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya
tidak merasa minder.
Read the rest of this entry »

 

Meja Kayu

17 Feb

Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.

Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu, ” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek. Read the rest of this entry »

 

Cangkir yang Cantik

17 Feb

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian
mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau
benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu
diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat
yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Read the rest of this entry »

 

Chet dengan Tuhan… [-o< :D

15 Feb

Alhamdulillah dapat bacaan keren….. Pas banget ketika saya lagi butuh bacaan yang membangkitkan motivasi…. Terima kasih Ya Allah engkau begitu memuliakan Hamba2mu, termasuk Hambamu yang rendah ini….
Silahkan teman2 pahami dan renungkan sedikit bacaan di bawah ini… Semoga bermanfaat, Yang InsyaAllah jugak bermanfaat buat saya sendiri…

———- Forwarded message ———-
From: Satya Nicholas
Date: Mon, 21 Feb 2005 23:56:39 -0800 (PST)
Subject: [asosiasi-WARNET] OOT:Chatting dengan Tuhan
To: asosiasi-WARNET[at]yahoogroups[dot]com
CHATTING DENGAN TUHAN

BUZZ!!!

TUHAN : Kamu memanggilKu ?

AKU : MemanggilMu ? Tidak.. Ini siapa ya ?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa ? Semut juga sibuk.

AKU : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikit pun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan. Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.

AKU : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini. Read the rest of this entry »